Saturday, November 17, 2012

Lampu LED Hemat Energy (untuk Masa Depan )

Penggunaan inverter untuk emergecy lamp, ternyata boros aki, baru sebentar sudah habis. Led adalah salah satu alternatif sumber cahaya dengan daya rendah karena sebagian enersi dipakai untuk cahaya, sedangkan kebanyakan lampu adalah untuk panas. LED saat ini sudah beragam, dengan arus 10mA saja sudah sangat terang, led bright namanya, sudah banyak dipakai di lampu rem motor, lampu sein mobil dll dan juga sekarang batere/senter pakai led, emergency lamp pakai led.



Karakteristik LED diperlihatkan pada gambar 1, apabila diberi tegangan balik dia akan memblok arus, jika diberi tegangan maju ia akan mengalirkan arus, disertai dengan pancaran cahaya. Perlu diperhatikan adanya tegangan ‘cut-off’ sekitar 1.2V, jadi tegangan maju sebesar ini harus dilampaui dahulu untuk menyalakan led, perhatikan kurva setelah 1.2V itu arus naik tajam dengan sedikit kenaikan tegangan, jadi jika kita koneksikan ke batere secara langsung, arus bisa besar sekali, arus yang terlalu besar, bisa menyebabkan kawat led dan l ed menjadi panas dan bisa merusak led, jadi untuk test led sebaiknya seri dengan resistor 100Ohm, 470Ohm atau 1KOhm.

Pada aplikasi biasanya pada senter led, menggunakan 3 batere, atau tegangan 4.5V, tidak ada resistor, le-led diparalel, nyalanya terang, yach itu buatan china, memang buatan china sangat berani berisiko seperti itu. Selain dihubung paralel, led juga bisa diseri untuk mendapatkan aplikasi tegangan yang lebih tinggi, misalnya untuk tegangan aki 12 Volt, saya gunakan 4 led diseri sebanyak 5 buah yang dihubungkan paeralel, jadi ada 20 lampu led, led ini warna putih dan harga cukup murah 300 rupiah/biji, diletakkan di bekas lampu hemat enersi yang sudah rusak, lihat gambar 2 (konstruksi) dan 3 (waktu menyala), arus yang melalui led sekitar 15mA.

Gambar 4. Led dengan heatsink

Gambar 4. Led dengan heatsink
Gambar 5. Waktu menyala
Gambar 5. Waktu menyala
Ada jenis led yang lebih terang, ada pendinginnya (heatsink) lagi, bisa menerima arus hingga 100mA (gambar 4,5), dan ini sangat terang sekali, tetapi juga agak panas (makanya ada pendingin-nya), entah awet atau tidak, belum dicoba cukup lama, saya hanya menggunakan sebagai emergency lamp, jadi nyalanya cuma kalau listrik padam saja dimalam hari, harag 10rb/biji.

Saya membuat 3 led diseri dan diseri lagi dengan resistor 22 Ohm untuk aplikasi tegangan 12V, dan saya gunakan untuk emergency lamp, menggantikan lampu biasa yang boros enersi.

sumber dari : webzonepslu
Salam hangat dari : Best regards from : Lampu LED.. Plat Aluminium.. Jual Acrylic.. Jual Lampu LED..